untuk tempat berpijak menyongsong harapan.
sepenuh hidup dalam kesatuan nan damai.
jiwa raga ini berpacu pada tanah air taburan kebahagian.
sepenuh hidup dalam kesatuan nan damai.
jiwa raga ini berpacu pada tanah air taburan kebahagian.
Aku melihat semuanya tercipta.
aku melihat semuanya berbeda.
yang aku tau semuanya sama
dberpusat kesatuan wadah tanah air indonesiaku.
aku melihat semuanya berbeda.
yang aku tau semuanya sama
dberpusat kesatuan wadah tanah air indonesiaku.
Dan kini kami tiadak henti berjuang.
memertahankan hidup yang kian hari terus membara.
keluh kesah jiwa raga ini mempertahankan nasib.
nasib kami dan tanah air kami .
memertahankan hidup yang kian hari terus membara.
keluh kesah jiwa raga ini mempertahankan nasib.
nasib kami dan tanah air kami .
Kami menanam kebahagian di tanah air nan subur ini.
tapi kesuburannya entah kemanana ?
kami selalu berusaha menyiram semangat untuk kebahagiaan.
tapi kesuburannya entah kemanana ?
kami selalu berusaha menyiram semangat untuk kebahagiaan.
namun ternyata semua itu hanyalah sia sia.
Kami ini perlu untuk bahagia di tanah air ini.
tapi para petinggi negeri inilah tampaknya yang menikmati.
untuk melangkah berjuang di tanah air ini.
kami harus melangkah bermdal mati.
Kami ini perlu untuk bahagia di tanah air ini.
tapi para petinggi negeri inilah tampaknya yang menikmati.
untuk melangkah berjuang di tanah air ini.
kami harus melangkah bermdal mati.
Dede Fajar Pratama Ramdani
Asalamu alaikum indonesiaku…
Assalamu alaikum … wahai para pejuang …
Telahkah sampai kabar tentang negeri ini padamu…
Negeri yang kau pertaruhkan dengan jiwa raga
Negeri ini… tak baik-baik saja…
Pertiwi kini menangis menyambut pagi…
Ya, indonesiaku sayang… indonesiaku malang…
Negeri yang penuh anugrah…
Suhanallah … negeri yang sangat indah …
BAPAK JENDERAL SUDIRMAN… apa kabar?
Benarkah engkau pernah ada? Bagaimana sosokmu?
Indah sekali ‘dongeng’ perjuanganmu… tapi…
Semua hanya tertulis dalam buku sejarah,
terpampang pada monumen-monumen kenangan
semangatmu … entah siapa yang mewarisinya
cintamu pada negeri ini … siapa yang melanjutkannya.
Pemimpin kami kini … sangaaat sibuk,
Dengan kilatan sepatu, jas mahal, mobil mewah, istana megah … rambut klimis
Mencari kamera … mengumbar kata bijak …
Itulah wajah indonesia kini…
INDONESIAKU SAYANG INDONESIAKU MALANG
DIRGAHAYU UNTUKMU … jangan jadi sejarah… negriku …
Seperti para pejuangmu …
Telahkah sampai kabar tentang negeri ini padamu…
Negeri yang kau pertaruhkan dengan jiwa raga
Negeri ini… tak baik-baik saja…
Pertiwi kini menangis menyambut pagi…
Ya, indonesiaku sayang… indonesiaku malang…
Negeri yang penuh anugrah…
Suhanallah … negeri yang sangat indah …
BAPAK JENDERAL SUDIRMAN… apa kabar?
Benarkah engkau pernah ada? Bagaimana sosokmu?
Indah sekali ‘dongeng’ perjuanganmu… tapi…
Semua hanya tertulis dalam buku sejarah,
terpampang pada monumen-monumen kenangan
semangatmu … entah siapa yang mewarisinya
cintamu pada negeri ini … siapa yang melanjutkannya.
Pemimpin kami kini … sangaaat sibuk,
Dengan kilatan sepatu, jas mahal, mobil mewah, istana megah … rambut klimis
Mencari kamera … mengumbar kata bijak …
Itulah wajah indonesia kini…
INDONESIAKU SAYANG INDONESIAKU MALANG
DIRGAHAYU UNTUKMU … jangan jadi sejarah… negriku …
Seperti para pejuangmu …
karya : anie ( DIRGAHAYU INDONESIA )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar